tag tag Ravendavita

rss

WELLCOME TO MY BLOG!!

Sunday, November 7, 2010

Mencari Recehan didunia maya

tulisan singkat saja!!!...program mencari recehan yang saya ikuti ini niiih!!emang dikit seeeh!!!tapi gak ada salahnya dicoba!!
http://www.adsplayers.com/index.php?refId=271999 atau Klik Sini

http://www.readbud.com/?ref=5134164 atau klik sini

coba aja keterangannya digoogle translate karena semuanya bahasa inggris!!

Tuesday, October 19, 2010

Resep bubur kacang hijau Madura


Bahan-bahan

1,5 liter kacang hijau

1 liter ketan hitam

0,5 liter ketan putih

10 butir kelapa

2 lembar daun pandan

10 liter air untuk merebus

Bahan pelengkap

1 bungkus roti tawar, potong bentuk dadu

Susu kental manis secukupnya

Cara membuat

  1. Rebus kacang hijau bersama dengan daun pandan selama 2,5 jam hingga kacang hijau lunak dan agak hancur. Kemudian angkat.
  2. Rebus ketan hitam selama sekitar 15 menit hingga setengah matang. Masukkan ketan putih. Aduk terus-menerus hingga ketan agak lengket dan lunak. Setelah itu angkat dan dinginkan.
  3. Parut dan peras kelapa menggunakan air bersih berulang kali hingga mendapat sekitar 4 liter santan.
  4. Campurkan santan dengan bubur kacang hijau, aduk rata. Rebus kembali hingga mendidih.
  5. Masukkan bubur kacang hijau, campuran ketan hitam dan ketan putih, serta roti tawar secukupnya ke dalam mangkuk. Tambahkan susu kental manis sesuai dengan selera. Bubur kacang hijau siap disajikan.

Monday, October 11, 2010

Suri Ikun dan Dua Burung(cerita rakyat nusa tenggara timur)

Suri Ikun dan Dua Burung



Pada jaman dahulu, di pulau Timor hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan.

Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan.

Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya untuk bergiliran menjaga kebun mereka dari babi hutan. Kecuali Suri Ikun, keenam saudara laki-lakinya adalah penakut dan dengki. Begita mendengar dengusan babi hutan, maka mereka akan lari meninggalkan kebunnya.

Lain halnya dengan Suri Ikun, begitu mendengar babi itu datang, ia lalu mengambil busur dan memanahnya. Setelah hewan itu mati, ia membawanya kerumah. Disana sudah menunggu saudara-saudaranya.

Saudaranya yang tertua bertugas membagi- bagikan daging babi hutan tersebut. Karena dengkinya, ia hanya memberi Suri Ikun kepala dari hewan itu. Sudah tentu tidak banyak daging yang bisa diperoleh dari bagian kepala.

Selanjutnya, ia meminta Suri Ikun bersamannya mencari gerinda milik ayahnya yang tertinggal di tengah hutan. Waktu itu hari sudah mulai malam.

Hutan tersebut menurut cerita di malam hari dihuni oleh para hantu jahat. Dengan perasaan takut iapun berjalan mengikuti kakaknya. Ia tidak tahu bahwa kakaknya mengambil jalan lain yang menuju kerumah.

Tinggallah Suri Ikun yang makin lama makin masuk ke tengah hutan. Berulang kali ia memanggil nama kakaknya. Panggilan itu dijawab oleh hantu-hantu hutan. Mereka sengaja menyesatkan Suri Ikun.

Setelah berada ditengah- tengah hutan lalu, hantu-hantu tersebut menangkapnya. Ia tidak langsung dimakan, karena menurut hantu-hantu itu ia masih terlalu kurus.

Ia kemudian dikurung ditengah gua. Ia diberi makan dengan teratur. Gua itu gelap sekali. Namun untunglah ada celah disampingnya, sehingga Suri Ikun masih ada sinar yang masuk ke dalam gua.

Dari celah tersebut Suri Ikun melihat ada dua ekor anak burung yang kelaparan. Iapun membagi makanannya dengan mereka. Setelah sekian tahun, burung- burung itupun tumbuh menjadi burung yang sangat besar dan kuat. Mereka ingin mem- bebaskan Suri Ikun.

Pada suatu ketika, hantu-hantu itu membuka pintu gua, dua burung tersebut menyerang dan mencederai hantu hantu tersebut. Lalu mereka menerbangkan Suri Ikun ke daerah yang berbukit-bukit tinggi.

Dengan kekuatan gaibnya, Burung-burung tersebut menciptakan istana lengkap dengan pengawal dan pelayan istana. Disanalah untuk selanjutnya Suri Ikun berbahagia.



(Diadaptasi bebas dari Ny. S.D.B. Aman,"Suri Ikun and The Two Birds," Folk Tales From Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1976).
Diperoleh dari "http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Suri_Ikun_dan_Dua_Burung"